Akhirnya ke Lombok! Hari ke 3


Hari ini adalah hari Sabtu. Awalnya kita bingung mau ke Pink Beach atau ke air terjun. Setelah berdiskusi dengan anak anak, mereka memilih air terjun. Pilihan yang sebetulnya gue juga mengiyakan dalam hati, karena sempat melihat ada yang menulis di sebuah blog, "Lombok is a waterfall wonderland..."

Maka sebelum kita akan melakukan perjalanan jauh itu, kita mau santai santai dulu di hotel sampai waktu check out tiba. Berenang di hotel, memanfaatkan kids clubnya, sampe naik mobil mobilan buat diantar ke kamar haha #manja



Setelah selesai urusan check out kita dijemput guide baru hari ini, namanya Pak Hatta. Kalo Bang J kemaren adalah anak millenials , Pak Hatta adalah lambang sebenarnya dari travel Lombok. Ahli banget! hahaha. Kita langsung dibawa makan siang ke yang namanya Sate Bulayak.

Seperti halnya Sate Rembiga, Sate Bulayak adalah sate yang berasal dari pulau Lombok. Psstt btw gue jadi penasaran cobain segala jenis sate yang ada di setiap daerah di Indonesia haha


Yang khas dari hidangan ini justru bukan Satenya. Namun lontongnya yang disebut Bulayak oleh warga sekitar. Berbeda dengan lontong biasa yang dibungkus dengan daun pisang, Bulayak ini dililit apik dengan daun lontar atau daun enau. Rasanya legit, kenyal dan sangat lembut.

Perpaduan antara Bulayak, Sate, lalu potongan cabai hijau dan bumbu kacang yang pedas membuat Sate Bulayak ini layak dimasukkan ke daftar kuliner wajib jika kalian ke Lombok. Seperti biasa kita nambah nggak berhenti berhenti 😅😅, sementara karena pedas, Adik Carra fokus ke Bulayaknya aja 😁


Kami menempuh perjalanan cukup panjang hingga akhirnya sampai ke Air Terjun Benang Kelambu ini. Bahkan naik ojek dulu sampai ke pintu masuk air terjunnya, lalu berjalan kaki dengan turunan lumayan curam kurang lebih 20 menit tergantung seberapa lama kecepatan kaki kita melangkah. Bisa dilihat di gambar bawah, gue yang paling terbelakang hahaha

Sementara kakak Adia semangat berjalan. Beberapa kali kita menemukan mata air alami dan meminum langsung air minum dari mata air tersebut. Segar banget!

dan akhirnya kami sampaaaii!

si Adek yang jijikan hahaha. Adia sih cuek udah lepas celana langsung nyebur ke air terjun. Ujung ujungnya lepas semua berenang 

Sementara adek kudu 'panas' dulu untuk meyakinkan dia bahwa berenang di air terjun itu nggak apa apa dan nggak kotor kok deeekk. Malah seru dan seger banget. Airnya sendiri sejuukkk dingin tapi nggak terlalu dingin
Beres mengeksplor air terjun Benang Kelambu, kekhawatiran gue pun tiba... KITA BAKALAN NANJAK UNTUK PULANG! OH NOOOO....
Gue seret kaki gue satu persatu dan mengatur nafas gue biar gak hilang.. gue lihat di depan anak anak tetap semangat, dan gua tetap menjadi yang terbelakang.....

Perjalanan kita lanjutkan ke air terjun Benang Stokel.

Eh tapi ada tukang Cilok. Berenti dulu deh kita jajan HAHAHA
Perjalanan ke air terjun Benang Stokel ini melewati pemandangan indah hijau hutan lebat sangat memanjakan mata dan dihuni oleh monyet monyet liar. Nggak jarang kita ketemu mereka di sepanjang perjalanan. Maka nggak disarankan untuk membawa makanan dan menggunakan perhiasan.

Anak Anak malah seneng.. gua gempor....

Alhamdulillah kita lagi lagi dapet guide yang baik hati lagi ramah anak. Bagai punya baby sitter pribadi :D


Inilah air terjun Benang Stokel!

Kita puas main main disini sampai sore. Bilas yang gimana banget sih nggak perlu karena airnya nggak lengket kayak air pantai kan. Malah gue nyesel nggak keramas sekalian di pancuran belakang tuh #LuKataShower 😆
Sayang sekali fasilitas seperti toilet umum dan sarana untuk bilas kurang memadai di kedua air terjun ini. Kurangnya kesadaran oleh turis yang datang juga kerasa banget, gue sempet ngomel sama beberapa anak muda yang seeenaknya menghembuskan asap rokok mereka di pinggir air terjun sambil curhat tentang masalah hidup mereka. Lo kira lagi syuting video klip HEH?!! *tenggelemin*

Semoga pemerintah lokal dan warga sekitar turut bersama sama menjaga untuk lebih baik deh. Sayang banget soalnya :(

Selesai dari kedua air terjun kita bobo siang di mobil sambil melanjutkan ke tempat wisata selanjutnya yaitu.. Taman Narmada. Taman Narmada adalah sebuah taman seluas 2 hektar peninggalan Raja Mataram Lombok terdahulu yang dibangun untuk tempat peristirahatan raja. Selain tempat peristirahatan, Taman Narmada juga digunakan untuk tempat upacara Pakelem.

Pintu masuk Taman Narmada




Narmada berasal dari nama Narmadanadi, anak sungai Gangga yang sangat suci di India. Banyak kolam atau danau disini, bahkan ada satu tempat yang namanya Balai Petirtaan yang dipercaya kalo diminum/membasuh muka dengan airnya, kita bakalan awet muda. Sayangnya gue lupa cuci muka disana NOO :(

anak anak udah males foto :D
Kita nggak lama di Taman Narmada karena sudah mulai kelaparan. Untungnya letak taman Narmada ini nggak jauh dari Mataram dan hotel baru kita selama dua hari ke depan.

Oiya sehabis dari Taman Narmada , Kakak Adia terserang sakit perut hebat dan ingin segera BAB. Gue curiga karena cilok yang dimakan saat air terjun tadi mungkin tidak bersih (yaiyalah ,Wa), maka kita berhenti dulu di rumah makan terdekat, gue bungkus makanan yang ada dan Adia buru buru ke wc. Alhamdulillah setelah itu nggak ada sesuatu yang berarti. Semoga perut kalian semakin kuat menghadapi jajanan jajanan (agak kotor tapi) enak ya nak #DoaApaIni

Makan malam kita hari ini adalah Nasi Balap Puyung. Menurut Pak Hatta, dinamakan seperti ini karena kalo makan dengan nasi ini kita bakalan cepet habis kayak orang balapan, karena nggak ada kuahnya. Kalo soal rasa sih tetep Sate Rembiga juaranya.... hahaha ini nasi biasa aja, bahkan enakkan Nasi Jinggo di Bali kalo kata gue :)


Malam ini anak anak dan suami tidur lebih cepat, mungkin karena energinya cukup terkuras. Sementara gue udah nahan nahan banget buar nggak lihat tulisan SPA di hotel.
Eh tiba tiba ada telpon kamar masuk , "Selamat malam bu. Kami dari layanan spa hotel, apakah ibu berminat menggunakan layanan kami di kamar?"

HAH MEREKA KOK BISA BACA PIKIRANKU??!! 😂😂
Gue langsung lemah menjawab "Berminat mbak... Saya tunggu sekarang ya..." 🙊

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Instagram